Jumat, 18 Januari 2008

_koneksi jaringan_

Koneksi Jaringan di Linux
A. Pengantar
Internet [International Network] merupakan sebuah “jaringan raksasa” yang terdiri atas
komputer-komputer yang saling terhubung satu dengan yang lain. Untuk dapat saling berkomunikasi
masing-masing komputer harus mempunyai kartu jaringan dimana kartu jaringan ini mempunyai no
identitas yang unik. sebagai contoh no ID kartu jaringan yang penulis miliki adalah
00:50:FC:FE:B1:E9 susah sekali untuk ditulis ataupun diingat kan ?? dan tentunya kita akan sangat
kesulitan bila harus mengingat semua no ID kartu jaringan yang ada. Untuk memudahkan hal itu
maka digunakan protokol TCP/IP pada setiap komputer dimana setiap komputer yang menggunakan
protokol ini harus memiliki nomor yang disebut sebagai alamat IP sehingga untuk melakukan
koneksi kita tinggal menggunakan no IP komputer yang tentunya hal ini lebih mudah daripada
menggunakan no ID kartu jaringan kita.
Penomoran IP hanya digunakan untuk memudahkan saja karena untuk berkomunikasi
antara komputer yang satu dengan yang lainnya tetap menggunakan no ID kartu jaringan yang sudah
diakomodasi oleh protokol TCP/IP. Untuk IPv4 nomor IP terdiri atas 32 bit dan dibagi menjadi 2
buah field yaitu :
a. net id yang menunjukan jaringan kemana host dihubungkan.
b. host id yang memberikan suatu pengenal unik pada setiap host pada suatu jaringan.
Untuk memudahkan identifikasi, alamat IP yang terdiri dari 32 bit tadi dituliskan menjadi 4 nilai
numerik yang masing-masing bernilai 8 bit. Misalnya saja no IP 192.168.19.1 sebenarnya adalah
11000000 10101000 00010011 00000001 dimana 11000000 merupakan bilangan binary 8 bit dari
192, 10101000 merupakan bilangan binary 8 bit dari 168, 00010011 merupakan bilangan binary 8
bit dari 19 dan 00000001 yang merupakan bilangan binary 8 bit dari 1. Alamat IP yang dapat
dipakai dari alamat 0.0.0.0 sampai dengan alamat 255.255.255.255 sehingga jumlah maksimal
alamat IP yang bisa dipakai adalah 28 x28 x 28 x28 = 4294967296. Untuk memudahkan pengelolaan
alamat IP dari jumlah IP address sebanyak itu dikelompokan menjadi beberapa kelas oleh badan
Lisensi Dokumen:
Copyright © 2005 IlmuKomputer.Com
Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan
secara bebas untuk tujuan bukan komersial (nonprofit), dengan syarat tidak menghapus
atau merubah atribut penulis dan pernyataan copyright yang disertakan dalam setiap
dokumen. Tidak diperbolehkan melakukan penulisan ulang, kecuali mendapatkan ijin
terlebih dahulu dari IlmuKomputer.Com.
yang mengatur pengalamatan Internet seperti InterNIC, ApNIC atau di Indonesia dengan ID-NICnya
menjadi sebagai berikut ini :
1. Alamat IP kelas A dimulai dari bit awal 0. Oktet pertama dari berupa net id dan sisanya adalah
host id.
2. Alamat IP kelas B dimulai dari bit awal 10. Dua oktet pertama digunakan untuk net id dan
sisanya digunakan untuk host id.
3. Alamat IP kelas C dimulai dari bit awal 110. Tiga oktet pertama digunakan untuk net id dan
sisanya digunakan untuk host id.
4. Alamat IP kelas D dimulai dari bit awal 1110. Alamat IP kelas D digunakan untuk untuk
mendukung multicast.
5. Alamat IP kelas E dimuladi dari bit awal 11110. Alamat IP kelas ini digunakan untuk tujuan
eksperimen.
Agar lebih jelas silahkan lihat tabel dibawah ini :
Kelas Dari Sampai
A 0.0.0.0 127.255.255.255
B 128.0.0.0 191.255.255.255
C 192.0.0.0 223.255.255.255
D 224.0.0.0 239.255.255.255
E 240.0.0.0 255.255.255.255
Selain pengelompokan alamat diatas, alamat IP juga dibagi atas “Private IP” dan “Public
IP”, dimana “Private IP” adalah alamat yang digunakan untuk pengalamatan LAN [Local Area
Network] dan tidak dikenal oleh Internet sedangkan “Public IP” adalah alamat yang digunakan
untuk pengalamatan Internet [jaringan di luar LAN]. Sehingga apabila “Private IP” mengadakan
komunikasi dengan “Public IP” atau Internet diperlukan suatu mekanisme yang disebut dengan NAT
[Network Address Translation]. Adapun range dari “Private IP” pada setiap kelas adalah seperti
tabel dibawah ini :
Kelas Dari Sampai
A 10.0.0.0 10.255.255.255
B 172.16.0.0 172.32.255.255
C 192.168.0.0 192.168.255.255
Dalam setiap komputer yang mempunyai sistem operasi juga terdapat sebuah IP-Default
yang akan digunakan sebagai loopback. Alamat IP ini adalah 127.0.0.1 yang biasanya mempunyai
hostname localhost, alamat IP ini biasanya hanya dipakai sebagai loopback saja sehingga alamat ini
tidak dipakai untuk melakukan pengalamatan kartu jaringan.
B. Konfigurasi Jaringan
Untuk dapat melakukan koneksi ke Internet maka ada beberapa hal yang harus
dipersiapkan. Apabila anda berada pada sebuah LAN minimal anda harus tahu dahulu berapa alamat
IP yang bisa anda pakai dalam jaringan tersebut, alamat GateWay yang bisa anda pakai untuk
berkoneksi dengan “dunia luar” dari jaringan anda serta alamat NameServer yang bisa anda pakai
untuk menerjemahkan dari host ke nomor IP. Apabila anda tidak mengetahui itu semua tanyakan
pada Administrator jaringan anda, tanyakan pula apakah koneksi Internet pada jaringan anda tersebut
harus melewati Proxy atau tidak. Jika anda sudah tahu semua hal yang dibutuhkan diatas marilah
kita mulai untuk mengkonfigurasinya satu persatu.
1. Konfigurasi Alamat IP
Untuk konfigurasi alamat IP ini diasumsikan anda memakai kartu jaringan. Biasanya untuk
perangkat kartu jaringan namanya adalah eth dan pemberian nama kartu jaringan ini dimulai dari
0. Jadi kalau anda punya satu kartu jaringan maka kartu jaringan tersebut bernama eth0, bila anda
punya lebih dari satu kartu jaringan maka kartu jaringan tersebut selanjutnya bernama eth1, eth2
dan seterusnya.
Untuk memulai konfigurasi jalankan dahulu service network dengan perintah sebagai berikut
al3x@TheMentor:~$ sudo ifconfig eth0 up
Password:
Untuk alasan keamanan maka akan ditanyakan password anda, isikan password tersebut apabila
anda benar dalam mengisikan password anda maka perintah tersebut berhasil dijalankan sebagi
user root sehinga tampilan shell anda akan menjadi seperti dibawah ini.
al3x@TheMentor:~$
Tapi apabila anda salah dalam mengisikan password maka anda diberikan kesempatan 3 kali
untuk mengulangi pengisian password tersebut dan apabila dalam 3 kesempatan tersebut anda
salah mengisikan password maka perintah tersebut tidak akan bisa dijalankan. Untuk lebih
jelasnya lihat contoh dibawah ini :
al3x@TheMentor:~$ sudo ifconfig eth0 up
Password:
Sorry, try again.
Password:
Sorry, try again.
Password:
Sorry, try again.
sudo: 3 incorrect password attempts
al3x@TheMentor:~$
Bagaimana jika tidak menggunakan kata kunci sudo? Untuk menjawab pertanyaan tersebut lihat
contoh dibawah ini :
al3x@TheMentor:~$ ifconfig eth0 up
SIOCSIFADDR: Permission denied
SIOCSIFFLAGS: Permission denied
al3x@TheMentor:~$
Dari contoh diatas terlihat bahwa anda tidak mempunyai hak untuk mengkonfigurasikan kartu
jaringan anda, sudo [Super User DO] dipakai karena untuk mengkonfigurasikan kartu jaringan
memerlukan akses sebagai root. apabila anda tidak mempunyai hak sebagai “sudoers” maka anda
perlu login dahulu sebagai root. Untuk login sebagai root anda bisa menggunakan perintah su.
agar lebih jelasnya perhatikan contoh berikut ini :
al3x@TheMentor:~$ su
Password:
Masukan password user root, jika password yang anda masukan benar maka tampilannya shell
anda kurang lebih akan menjadi seperti dibawah ini.
root@TheMentor:/home/al3x/#
Perhatikan tanda “$” pada shell anda sudah berubah menjadi tanda “#” yang menandakan bahwa
anda sudah menjadi root. Apabila anda sudah menjadi root maka anda tidak memerlukan kata
kunci sudo lagi sehingga perintah dibawah ini :
al3x@TheMentor:~$ sudo ifconfig eth0 up
Akan sama dengan perintah dibawah ini :
root@TheMentor:/home/al3x # ifconfig eth0 up
Catatan : Untuk suatu alasan tertentu setiap perintah yang disertakan dalam contoh berikutnya
setelah ini penulis sengaja menambahkan kata kunci “sudo”. Jadi bagi anda yang
sudah login sebagai root silahkan hilangkan kata kunci “sudo” dalam perintah yang
anda ketikkan.
Untuk mengkonfigurasikan kartu jaringan kita menggunakan perintah “ifconfig” yang disertai
dengan argumen nama interfaces yang digunakan kata kunci “up” digunakan untuk menyalakan
interfaces dari argumen sebelumnya. jadi perintah ifconfig eth0 up menandakan bahwa kita
menghidupkan kartu jaringan pertama kita [eth0]. Catatan : Biasanya pada saat booting kartu
jaringan sudah dinyalakan jadi anda dapat melewati langkah ini.
Kemudian cek hasilnya dengan perintah sebagai berikut :
al3x@TheMentor:~$ ifconfig eth0
eth0 Link encap:Ethernet HWaddr 00:50:FC:FE:B1:E9
inet6 addr: fe80::250:fcff:fefe:b1e9/64 Scope:Link
UP BROADCAST MULTICAST MTU:1500 Metric:1
RX packets:0 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
TX packets:10 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
collisions:0 txqueuelen:1000
RX bytes:0 (0.0 b) TX bytes:756 (756.0 b)
Interrupt:18 Base address:0xd400
al3x@TheMentor:~$
Apabila tampilan hasil perintah tersebut seperti diatas, maka hal itu menandakan bahwa kartu
jaringan anda sudah menyala dan sudah siap untuk dikonfigurasikan lebih lanjut. Langkah
konfigurasi selanjutnya adalah menentukan alamat IP yang akan dipakai oleh kartu jaringan anda.
Untuk melakukan hal tersebut anda dapat menggunakan perintah seperti contoh dibawah ini :
al3x@TheMentor:~$ sudo ifconfig eth0 192.168.19.1 netmask 255.255.255.0
Perintah diatas berarti mengonfigurasikan kartu jaringan pertama anda [eth0] dengan alamat IP
192.168.19.1 dgn netmask yang digunakan adalah 255.255.255.0 [netmask default kelas C] untuk
netmask ini tanyakan pada administrator jaringan anda berapakah netmask yang harus anda
gunakan.
Kemudian cek hasil dari konfigurasi tersebut seperti contoh dibawah ini :
al3x@TheMentor:~$ ifconfig eth0
eth0 Link encap:Ethernet HWaddr 00:50:FC:FE:B1:E9
inet addr:192.168.19.1 Bcast:192.168.19.255 Mask:255.255.255.0
inet6 addr: fe80::250:fcff:fefe:b1e9/64 Scope:Link
UP BROADCAST MULTICAST MTU:1500 Metric:1
RX packets:0 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
TX packets:10 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
collisions:0 txqueuelen:1000
RX bytes:0 (0.0 b) TX bytes:756 (756.0 b)
Interrupt:18 Base address:0xd400
al3x@TheMentor:~$
Terlihat pada baris yang tercetak tebal kita telah berhasil mengkonfigurasikan kartu jaringan kita
dengan alamat IP 192.168.19.1 dengan broadcast address 192.168.19.255 dan netmask
255.255.255.0.
Untuk mencoba apakah konfigurasi alamat IP yang anda gunakan benar atau tidak, cobalah
melakukan ping kesalah satu komputer yang ada pada jaringan anda misalnya komputer dengan
IP 192.168.19.5 seperti contoh dibawah ini :
al3x@TheMentor:~$ ping 192.168.19.5
PING 192.168.19.5 (192.168.19.5) 56(84) bytes of data.
64 bytes from 192.168.19.5: icmp_seq=1 ttl=64 time=0.061 ms
64 bytes from 192.168.19.5: icmp_seq=2 ttl=64 time=0.052 ms
64 bytes from 192.168.19.5: icmp_seq=3 ttl=64 time=0.052 ms
--- 192.168.19.5 ping statistics ---
3 packets transmitted, 3 received, 0% packet loss, time 1999ms
rtt min/avg/max/mdev = 0.052/0.055/0.061/0.004 ms
al3x@TheMentor:~$
Sampai disini konfigurasi kartu jaringan telah selesai. Bagi anda yang sudah pada tingkat mahir
silahkan baca on-line manual perintah “ifconfig” untuk konfigurasi yang lebih lanjut lagi. Untuk
membaca sebuah on-line manual anda dapat menggunakan perintah “man nama-perintah”. Jadi
apabila anda ingin membaca on-line manual perintah “ifconfig” anda dapat menggunakan
perintah sebagai berikut ini :
al3x@TheMentor:~$ man ifconfig
Dimana “man” merupakan perintah untuk menjalankan “on-line reference manual” sedangkan
argumen “ifconfig” merupakan manual yang ingin anda baca.
2. Konfigurasi Gateway
Gateway merupakan penghubung antara jaringan yang anda pakai dengan jaringan luar untuk
dapat terkoneksi dengan internet sebuah “internal network” minimal harus mempunyai 1 buah
Gateway dimana Gateway ini berfungsi sebagai jembatan penghubung antara “internal network”
yang kita pakai dengan Internet.
Untuk mengkonfigurasikan “Pintu Gerbang” mana yang harus kita lewati untuk dapat terkoneksi
ke internet maka kita harus tahu alamat dari Gateway tersebut. Dalam contoh dibawah ini “Pintu
Gerbang” untuk dapat terhubung ke internet ada pada alamat IP 192.168.19.5 maka kita harus
mengkonfigurasikan default Gateway yang akan kita pakai dengan perintah seperti dibawah ini.
al3x@TheMentor:~$ sudo route add default gw 192.168.19.5
Dimana perintah “route” digunakan untuk merubah [menambah/menghapus] routing table dari
kernel, keyword “add” digunakan untuk menambah entri routing table, keyword “default”
menandakan bahwa gateway tersebut adalah gateway yang akan dilewati jika tidak ditemukan
gateway lain yang sesuai, keyword “gw” menandakan bahwa itu merupakah sebuah gateway
dan argumen 192.168.19.5 adalah no IP dari gateway yang dipakai.
Setelah perintah tersebut dijalankan kemudian cek tabel routing kernel dengan perintah “route”
seperti contoh dibawah ini :
al3x@TheMentor:~$ route
Kernel IP routing table
Destination Gateway Genmask Flags Metric Ref Use Iface
localnet * 255.255.255.0 U 0 0 0 eth0
default 192.168.19.5 0.0.0.0 UG 0 0 0 eth0
al3x@TheMentor:~$
Dari hasil perintah “route” diatas nampak bahwa tabel routing dari kernel akan menggunakan
alamat IP 192.168.19.5 sebagai “default gateway”. Lalu bagaimana jika ada kasus sebagai berikut
:
Untuk mencapai komputer dengan nama IKC gateway yang digunakan adalah gateway dengan
nama host JogXer, dan untuk mencapai komputer dengan alamat IP 192.168.15.1 harus
menggunakan gateway 192.168.19.100 ??
Untuk menyelesaikan permasalahan diatas kita harus menambah entri pada tabel routing kernel
seperti contoh dibawah ini :
al3x@TheMentor:~$ sudo route add IKC gw JogXer
al3x@TheMentor:~$ sudo route add 192.168.5.1 gw 192.168.19.100
Sehingga isi dari tabel routing kernelnya menjadi seperti contoh dibawah ini :
al3x@TheMentor:~$ route
Kernel IP routing table
Destination Gateway Genmask Flags Metric Ref Use Iface
192.168.5.1 192.168.19.100 255.255.255.255 UGH 0 0 0 eth0
IKC JogXer 255.255.255.255 UGH 0 0 0 eth0
localnet * 255.255.255.0 U 0 0 0 eth0
default 192.168.19.5 0.0.0.0 UG 0 0 0 eth0
al3x@TheMentor:~$
Apabila anda ingin menghapus salah satu dari entri tabel routing tersebut anda bisa menggunakan
perintah :
al3x@TheMentor:~$ sudo route del Alamat-Tujuan
Agar lebih jelas kita ambil contoh misalnya saja entri yang akan dihapus adalah gateway yang
digunakan untuk mencapai alamat tujuan IKC maka perintahnya adalah sebagai berikut :
al3x@TheMentor:~$ sudo route del IKC
Sehingga isi dari tabel routing kernelnya menjadi seperti berikut ini :
al3x@TheMentor:~$ route
Kernel IP routing table
Destination Gateway Genmask Flags Metric Ref Use Iface
192.168.5.1 192.168.19.100 255.255.255.255 UGH 0 0 0 eth0
localnet * 255.255.255.0 U 0 0 0 eth0
default 192.168.19.5 0.0.0.0 UG 0 0 0 eth0
al3x@TheMentor:~$
Sampai disini konfigurasi tabel routing kernel telah selesai. Bagi anda yang sudah pada tingkat
mahir silahkan baca on-line manual perintah “route” untuk konfigurasi yang lebih lanjut lagi.
3. Konfigurasi Name Server
Seperti yang dijelaskan pada bagian pengantar diatas, komputer menggunakan alamat IP untuk
dapat berkomunikasi antar komputer yang satu dengan komputer yang lain, dan tentunya akan
sangat merepotkan bila kita harus menghafal semua alamat IP yang ada untuk dapat melakukan
komunikasi. Orang akan cenderung lebih mudah mengingat ksl.uajy.ac.id daripada harus
mengingat 202.152.236.77, lebih mudah mengingat google.co.id daripada harus mengingat
alamat IP-nya [penulis sendiri lupa berapa alamat IP google.co.id].
Sebelum menggunakan DNS [Domain Name System] setiap record dari nama host disimpan
dalam file /etc/hosts dimana isi dari file tersebut pada komputer penulis kurang lebih sebagai
berikut ini :
al3x@TheMentor:~/Workshop$ cat /etc/hosts
127.0.0.1 localhost
192.168.19.1 TheMentor
192.168.19.2 JogXer
192.168.19.3 KSL
192.168.19.7 IKC
al3x@TheMentor:~/Workshop$
File /etc/hosts tersebut terdiri dari 2 kolom, kolom pertama [sebelah kiri] merupakan record dari
alamat IP dan kolom sebelah kanannya merupakan hostname, record ini harus diupdate apabila
ada penambahan ataupun pengurangan hostname. Karena perkembangan Intenet yang sangat
pesat maka akan sangat kesulitan sekali apabila kita harus mengupdate file ini setiap saat. Untuk
itulah dibuat sebuah DNS [Domain Name System] yang merupakan suatu database terdistribusi
yang digunakan untuk mencari alamat IP dari sebuah hostname.
Untuk mengkonfigurasi “Name Server” mana yang akan digunakan, kita harus mengedit sebuah
file di /etc/resolv.conf dimana dalam komputer yang penulis pakai saat ini isi dari file tersebut
adalah sebagai berikut :
al3x@TheMentor:~$ cat /etc/resolv.conf
nameserver 192.168.15.210
nameserver 192.168.19.9
al3x@TheMentor:~$
Dimana nameserver 192.168.15.210 merupakan name server yang menyimpan hostname [hanya
menyediakan informasi] dari seluruh komputer yang ada pada LAN penulis. nameserver
192.168.19.9 merupakan DNS-Cache yang digunakan untuk mencari hostname dari komputer
yang ada di Internet
Ketika kita ingin membuka halaman web dari IlmuKomputer.Com maka anda harus mengetikan
http://IlmuKomputer.Com pada web browser anda, maka pertama kali komputer akan mengecek
berdasarkan urutan pencarian yang terdapat pada sebuah file /etc/host.conf yang isinya kurang
lebih seperti berikut ini :
al3x@TheMentor:~$ cat /etc/host.conf
order hosts,bind
multi on
al3x@TheMentor:~$
Dalam file tersebut terlihat bahwa order [urutan pencarian] dilakukan dari hosts [/etc/hosts] yang
kemudian dilanjutkan ke bind [/etc/resolv.conf]. Sebagai contoh misalnya kita ingin membuka
halaman web dari IlmuKomputer.Com maka kita harus mengetikan http://IlmuKomputer.Com
pada browser yang kita pakai, komputer selanjutnya akan melakukan pencarian dengan
mengecek apakah terdapat record IlmuKomputer.Com pada file /etc/hosts. Karena record
IlmuKomputer.Com tidak terdapat pada file /etc/hosts yang penulis pakai maka kemudian
komputer akan mencari referensi berdasarkan nameserver yang didaftarkan di /etc/resolv.conf.
Karena 192.168.15.210 merupakan record nameserver pertama yang ditemukan maka komputer
akan bertanya kepada nameserver tersebut terlebih dahulu apakah dia tahu alamat IP dari
hostname IlmuKomputer.Com, dalam kasus ini nameserver 192.168.15.210 merupakan
nameserver yang hanya menyediakan informasi maka dia tidak dapat memberi tahu alamat
IP dari sebuah host bila record tersebut tidak dideklarasikan, karena record
IlmuKomputer.Com ini tidak ditemukan pada nameserver pertama maka kemudian komputer
akan bertanya kepada nameserver berikutnya yaitu 192.168.19.9. Karena 192.168.19.9
merupakan DNS-Cache maka dia [DNS-Cache] ini akan melakukan pencarian dengan cara-cara
tertentu [silahkan baca referensi lain bagaimana cara sebuah DNS-Cache mencari sebuah
hostname] sampai akhirnya memutuskan apakah sebuah hostname ditemukan atau tidak.
Agar lebih jelas silahkan lihat hasil “dig” dari hostname IlmuKomputer.Com dibawah ini :
al3x@TheMentor:~$ dig ilmukomputer.com
; <<>> DiG 9.2.4 <<>> ilmukomputer.com
;; global options: printcmd
;; Got answer:
;; ->>HEADER<<- opcode: QUERY, status: NOERROR, id: 17961
;; flags: qr rd ra; QUERY: 1, ANSWER: 1, AUTHORITY: 2, ADDITIONAL: 0
;; QUESTION SECTION:
;ilmukomputer.com. IN A
;; ANSWER SECTION:
ilmukomputer.com. 14383 IN A 207.58.138.86
;; AUTHORITY SECTION:
ilmukomputer.com. 14383 IN NS ns2.gatotkaca.net.
ilmukomputer.com. 14383 IN NS ns1.gatotkaca.net.
;; Query time: 1 msec
;; SERVER: 192.168.19.9#53(192.168.19.9)
;; WHEN: Thu Aug 18 11:00:57 2005
;; MSG SIZE rcvd: 99
al3x@TheMentor:~$
Terlihat dari tulisan yang dicetak tebal diatas server yang digunakan untuk menemukan hostname
IlmuKomputer.Com adalah 192.168.19.9 padahal dari record di /etc/resolv.conf name server
tersebut terletak pada baris kedua, yang berarti bahwa name server 192.168.15.210 tidak berhasil
menemukan hostname yang dicari. Contoh lain untuk mencari alamat IP dari hostname
ksl.uajy.ac.id seperti contoh dibawah ini :
al3x@TheMentor:~$ dig ksl.uajy.ac.id
; <<>> DiG 9.2.4 <<>> ksl.uajy.ac.id
;; global options: printcmd
;; Got answer:
;; ->>HEADER<<- opcode: QUERY, status: NOERROR, id: 12028
;; flags: qr aa rd; QUERY: 1, ANSWER: 1, AUTHORITY: 1, ADDITIONAL: 3
;; QUESTION SECTION:
;ksl.uajy.ac.id. IN A
;; ANSWER SECTION:
ksl.uajy.ac.id. 86400 IN A 192.168.15.20
;; AUTHORITY SECTION:
ksl.uajy.ac.id. 259200 IN NS brainbox.ksl.uajy.ac.id.
;; ADDITIONAL SECTION:
brainbox.ksl.uajy.ac.id. 259200 IN A 192.168.15.20
;; Query time: 1 msec
;; SERVER: 192.168.15.210#53(192.168.15.210)
;; WHEN: Thu Aug 18 10:59:59 2005
;; MSG SIZE rcvd: 119
al3x@TheMentor:~$
Terlihat dari tulisan yang dicetak tebal diatas server yang digunakan untuk menemukan alamat IP
dari hostname ksl.uajy.ac.id adalah 192.168.15.210 yang merupakan nameserver pertama yang
dideklarasikan pada file /etc/resolv.conf.
Setelah alamat IP dari sebuah hostname ditemukan, maka komputer akan menghubungi hostname
tersebut berdasarkan alamat IP-nya. Ada kalanya DNS-Cache yang anda gunakan mengalami
keterlambatan untuk mengupdate record sehingga kadang-kadang suatu hostname yang anda cari
tidak ditemukan [meskipun hostname itu benar-benar ada]. Untuk menghindari kegagalan
pencarian ini sebaiknya anda tidak hanya tergantung kepada sebuah DNS-Cache.
Sampai disini konfigurasi “nameserver” sudah selesai. Bagi anda yang sudah pada tingkat mahir
silahkan baca on-line manual “resolv.conf” untuk konfigurasi yang lebih lanjut lagi.
4. Konfigurasi Proxy [Optional]
Pada sebuah LAN [Local Area Network] untuk mempercepat akses ke Internet biasanya
digunakan sebuah Web-Cache [proxy] dimana kegunaan dari proxy ini antara lain untuk
menampung halaman dari web yang sudah pernah dikunjungi agar pada kunjungan berikutnya
apabila data dari web yang kita kunjungi tersebut sudah ada pada proxy server tidak perlu lagi
untuk mengambil data yang sudah ada tersebut dari server aslinya. Banyak sekali Proxy Server
yang bisa anda gunakan, salah satu yang cukup terkenal adalah SQUID tapi dalam kesempatan
kali ini kita tidak akan membahas tentang proxy server, kita hanya akan mengkonfigurasikan
komputer kita untuk menggunakan proxy server yang sudah ada.
Untuk mengkonfigurasikan proxy kali ini kita akan menggunakan web browser konqueror
sebagai contoh, bagi yang menggunakan web browser lainnya silahkan menyesuaikan, Untuk
keperluan konfigurasi ini anda sudah harus tahu dahulu berapa alamat dari Proxy Server yang
akan anda pakai beserta portnya serta protokol apa saja yang didukung oleh Proxy Server
tersebut. Apabila anda belum mengetahuinya silahkan tanyakan pada Administrator jaringan
anda.
Adapun langkah-langkah konfigurasi Proxy ini adalah sebagai berikut :
1. Buka dahulu Web Browser Anda [misalnya Konqueror]. Pada distro Kubuntu anda dapat
menemukannya pada taskbar seperti gambar dibawah ini :
2. Maka kemudian akan terbuka aplikasi Web Browser Konqueror ini yang kurang lebih
tampilannya akan seperti gambar dibawah ini :
3. Selanjutnya pilihlah menu Settings -> Configure Konqueror pada menu-bar untuk memulai
konfigurasi ini .
4. Akan keluar sebuah dialog-box yang kurang lebih tampilannya seperti gambar dibawah ini :
5. Kemudian gerakan side-bar anda kebawah hingga menemukan menu pilihan proxy, seperti
gambar dibawah ini :
6. Langkah selanjutnya, pilihlah menu radio button “Manually specify the proxy settings” dan
setelah itu tekanlah tombol setup yang terletak pada sebelah kanan dari menu radio button
tersebut, maka setelah anda meng-klik tombol set-up anda akan dihadapkan pada menu
dialog-box yang kurang lebih seperti gambar dibawah ini :
7. Selanjutnya isikan jenis protokol apa yang ingin menggunakan proxy dan berapa port yang
harus digunakan [sesuaikan dengan keadaan jaringan di tempat anda], karena kebetulan pada
jaringan yang penulis pakai Proxy Servernya ada pada alamat 192.168.5.1 dengan port 8080
dan semua protokol menggunakan Proxy Server tersebut maka konfigurasi pada Browser
penulis seperti gambar diatas.
Sampai disini konfigurasi Jaringan untuk dapat melakukan koneksi ke Internet sudah selesai,
sekarang anda sudah bisa menggunakan Linux anda untuk berselancar di dunia maya. “Happy
Surfing” #al'x;
Alex Budiyanto
Sumber:
Kuliah Umum IlmuKomputer.Com
Copyright © 2005 IlmuKomputer.Com
Koneksi Jaringan di Linux
Alex Budiyanto
alex@ilmukomputer.com
http://alexbudiyanto.web.id/

Kamis, 17 Januari 2008

_sUn MicRoSysTeM_



Singapura, 19 Oktober'07--
(KBC)-

Sun Microsystems, Inc. (NASDAQ: JAVA) hari ini memperkenalkan sistem komputer x64 (x86, 64-bit) quad-core pertamanya, termasuk server four-socket x64 terkecil di dunia – yang memiliki kemampuan expandability dan memproses dua kali lebih baik meskipun hanya berukuran setengah dari ukuran server pada umumnya. Server Sun Fire X4450 dan Sun Fire X4150, didukung oleh prosesor Intel Xeon Quad-Core, dapat mengantisipasi masalah yang muncul pada datacenter dengan memberikan kinerja dan kemampuan mendukung kepadatan lalu lintas data dengan lebih baik serta pernggunaan energi yang lebih efisien dibandingkan dengan sistem komputer yang tersedia saat ini. Kedua server tersebut juga memberikan pilihan sistem operasi kepada pelanggan, yaitu Sistem Operasi Solaris (OS), Windows, Linux atau VMware, dengan fleksibilitas untuk menggunakan aplikasi dalam jangkauan yang luas.

Server Sun Fire X4450, didukung oleh prosesor Intel-Xeon Quad-Core seri 7300, merupakan sistem quad-core four-socket pertama dan satu-satunya pada sebuah 2U form factor di pasaran dari vendor-vendor utama. Server ini merupakan server four-socket x64 terbaik dalam hal kinerja, densitas serta efisiensi tenaga. Server ini menawarkan kemampuan komputasi dan kapasitas memori hingga dua kali lipat serta penghematan energi hingga 50 persen dibandingkan dengan kompetitor terdekatnya, dengan biaya energi dan pendingin yang rendah.

Server Sun Fire X4150, didukung oleh prosesor Intel Xeon Quad-Core seri 5300, merupakan sistem 1U dua socket dengan kapasitas memori, penyimpanan internal, dan konektivitas jaringan dua kali lipat dibandingkan server 1U dua socket kompetitor. Dengan kinerja tinggi, yaitu penyimpanan internal lebih dari 1 terabyte, server Sun Fire X4150 merupakan solusi yang ideal bagi database horizontal serta aplikasi disk-intensive yang lain.

Server-server Quad-Core baru ini menawarkan kinerja terbaik dengan kemampuan densitas dan expandability yang tidak tertandingi, serta desain hemat energi yang lebih canggih dari kompetitor,” ujar John Fowler, Executive Vice President Systems Group, Sun Microsystems. “Dengan pilihan sistem operasi dan kemampuan untuk menjalankan aplikasi jaringan luas, server-server ini dapat beroperasi sebagai platform yang universal.”

Aliansi Sun/Intel yang berusia kurang dari setahun telah membuahkan hasil, antara lain Sun Blade 6000 modular system dan server Sun Fire yang diumumkan hari ini,” kata Patrick Gelsinger, Senior Vice President dan General Manager Intel's Digital Enterprise Group. “Sun sedang memperluas sistem berbasis arsitektur Intel dengan membuat lompatan, sehubungan dengan inovasi sistem dan kreativitas engineering dengan prosesor Intel Xeon.”

Server Sun Fire X4450 dan Sun Fire X4150 terintegrasi dengan prinsip desain inovatif dalam desain chassis yang terbagi untuk densitas komputasi maksimum, kapasitas penyimpanan terbaik, sistem manajemen yang tertanam, dukungan virtualisasi built-in dan proteksi terhadap investasi. Desain chassis baru yang berfungsi maksimal untuk pendingin serta efisiensi tenaga, menawarkan efisiensi energi yang terbaik serta kinerja di dalam sebuah faktor yang kecil.

Server-server quad-core baru ini juga merupakan kelanjutan dari momentum dan perkembangan Sun x64. Sun telah menuai pertumbuhan pendapatan dari server x86 selama tujuh kuartal berturut-turut dan bulan lalu telah menembus lima besar teratas pendapatan server x86 dengan 50.9% Y/Y pertumbuhan – pertumbuhan tertinggi di antara lima vendor pemasar server x86 di dunia. (Sumber: IDC Worldwide Quarterly Server Tracker, Agustus 2007)

Early access dan beta customers seperti Eastern Michigan University dan Technical University of Munich telah mulai mencoba dan mengimplementasikan server Sun Fire X4450 dan Sun Fire X4150 pada datacenter mereka.



Sumber:

Wednesday, January 16, 2008 10:19:58 AM

_TekNik ShaRiNg k0NeKsi_

Teknik Sharing Koneksi

Internet di Linux Redhat 9


Pendahuluan

Saya ucapkan syukur kepada Tuhan YME karena dengan bantuanNya lah, saya dapat mempelajari

dan menyelesaikan artikel tentang teknik men-sharing koneksi Internet atau Internet Connection

Sharing (ICS) pada Linux Redhat.

Artikel ini sengaja dibuat karena mungkin ada rekan-rekan yang belum mengerti cara membuat

Internet Connection Sharing (ICS) pada linux, dulunya saya sendiri kebingungan bagaimana caranya

membuat ICS ini. Saya sendiri adalah pemula, karena itu saya juga merasakan bagaimana susahnya

mengetahui teknik dan cara dalam ICS ini. Dan tentu dengan membaca saja tidak cukup, harus juga

diikuti praktek langsung.

Saya sendiri sedang dalam tahap belajar sistem operasi Linux, namun saya mencoba untuk

mempelajari berbagai istilah jaringan misalnya, apa yang di maksud IPTABLES dan gimana cara

memakainya untuk ICS, dsb. Karena itulah saya ingin membagi ilmu ini kepada rekan-rekan semua

yang mungkin masih bingung dengan cara mensetting ICS pada Linux.

Lisensi Dokumen:

Copyright © 2003 IlmuKomputer.Com

Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan, dimodifikasi dan

disebarkan secara bebas untuk tujuan bukan komersial (nonprofit), dengan syarat

tidak menghapus atau merubah atribut penulis dan pernyataan copyright yang

disertakan dalam setiap dokumen. Tidak diperbolehkan melakukan penulisan ulang,

kecuali mendapatkan ijin terlebih dahulu dari IlmuKomputer.Com.

Konfigurasi Ethernet Untuk ICS di Linux REDHAT 9 Server

1. Mengenal Jenis IP

Sebelum kita melangkah lebih jauh dengan ICS, alangkah baiknya apabila kita sedikit mengetahui

jenis-jenis IP yang terdapat di dalam jaringan Ethernet.

Di dalam jaringan ada yang di katakan dengan Binner IP (BIP) Address dan Dotted Decimal

Notation (IPDD). Apa perbedaan dengan Binner IP dan Dotted Decimal IP? sebetulnya perbedaan

dari kedua diatas tidaklah sangat jauh, karena kedua-duanya saling berkaitan. Binneri IP adalah

pemecahan IP dari Dot IP. Masih bingung dengan diatas? perlu contoh? baiklah perhatikan di bawah

ini perbedaan dari keduanya.

xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx ---> Binneri IP

Setiap "x" diatas adalah susunan angka dimana angka itu hanya "1" dan "0", seperti ini

10000100.1011100.1111001.0000001

Seperti Anda lihat diatas, itulah yang dikatakan Binneri IP, biasanya komputer memakai IP Binneri

ini untuk berkomunikasi dalam jaringan antar komputer, IP DOT DECIMAL hanya berupa translate

untuk kita agar dapat lebih mudah memantau atau mengingatnya. Komputer sendiri sudah

menyediakan yang namanya HOSTNAME, Hostname sendiri akan melink ke IP Address dimana ini

sangat perlu untuk kemudahan dalam mengingat kebanding kita harus mengingat angka-angka yang

cukup lumayan banyak. Sangat repot bukan? dan bagaimana dengan IP DOT DECIMAL itu sendiri?

perhatikan di bawah ini.

132.92.121.1 ----> IP DOT DECIMAL terjemahan dari Binneri

Anda lihat IP diatas?? IP ini adalah terjemahan kedalam bahasa yang mudah di mengerti oleh

manusia dimana IP ini terjemahan dari Binneri diatas yang sudah kita lihat.

Baiklah selain dengan BIP dan IPDD yang telah kita ketahui diatas, sekarang mari kita lihat dengan

jenis Class IP Address, perhatikan di bawah ini

Untuk Class IP akan di jelaskan hanya 3 (tiga) Class, dimana itu adalah Class A, Class B dan C

untuk menjelaskan masing-masing Class, mari kita lihat di bawah ini

Class A:

Jumlah : 126 Untuk Class A

Range IP : 1.xxx.yyy.zzz sampai dengan 126.xxx.yyy.zzz

Jumlah IP : 16.777.214 IP tipe Class A

Class B:

Jumlah : 16.384

Range IP : 128.0.xxx.yyy sampai dengan 191.155.xxx.yyy

Jumlah IP : 65.532 IP tipe Class B

Class C:

Jumlah : 2.097.152

Range IP : 192.0.0.xxx sampai dengan 223.255.255.xxx

Jumlah IP : 254 IP tipe Class C

Seperti yang Anda lihat di atas ini, yang paling biasa atau sering di gunakan dalam jaringan Intranet

berkapasitas kecil adalah IP Class C.

Baiklah saya rasa cukup dulu pengetahuan untuk mengenal sedikit tentang jenis-jenis Class IP

Address. Pengenalan ini akan menambah sedikit pengetahuan kita dalam mengenal Jaringan dan

akan memacu kita untuk belajar lebih banyak apalagi untuk menjadi Hacker ! harus sangat

mengetahui masalah ini, ini juga akan memudahkan Anda dalam melangkah ke bagian berikutnya :)

2. Konfigurasi IP Address Static Untuk ICS

Sekarang mari kita menjelaskan bagaimana meng-konfigurasi IP Address Static guna untuk mensetting

ICS nanti.

Disini dijelaskan cara mensetup IP static, mengapa static? karena kita menggunakan jaringan

Intranet untuk jaringan local, alangkah baiknya jika kita menggunakan IP static untuk ICS nanti,

selain itu kita akan dengan mudah mengsetup IP-IP di client nantinya dengan IP yang terurut dan

mudah diingat.

Untuk mensetup IP pastikan Anda login dengan root, setelah Anda login dengan root mari kita

mensetupnya. Caranya sangat mudah, pertama-tama pastikan dulu format IP untuk server Anda atau

katakan lah komputer yang ada modem untuk membagi ICS pada client. Disini kita memakai IP

192.168.0.1 sebagai format dalam penjelasan ini, dan 192.168.0.2 untuk client sesuai dengan jumlah

client Anda.

Baiklah, sekarang IP server Anda 192.168.0.1 sudah ditentukan bukan? baik, mari kita mensetup IP

ini, caranya akan di jelaskan dengan gambar biar lebih mudah bagi orang pemula. :)

Klik tombol "Start Application" pada desktop Anda, kemudian pilih "System Setting" kemudian

pilih lagi "Network" ini untuk RH 9. setelah itu akan terbuka window "Network Configuration",

seperti pada gambar dibawah ini, (gambar 1.1)

Gambar 1.1

Setelah jendela "Network Configuration" terbuka pilih TAB "Devices" kemudian klik tombol "Edit"

untuk mengisikan IP Address Anda. Biasanya apabila saat Anda baru menginstall Linux, defaultnya

menggunakan "DHCP IP Address" sedangkan disini Anda harus menggunakan IP Static untuk

berbagi koneksi Internet didalam jaringan Ethernet Anda Lihat (Gambar 1.2).

Gambar 1.2

Baiklah mari kita mensetup IPnya, pilih "Statically Set IP Address" kemudian Anda akan diminta

mengisi semua text field yang ada di sana. Dikarenakan ini server maka alangkah baiknya Anda

memulai dari 192.168.0.1 untuk memudahkan Anda dalam mengurutnya (Ini optional bisa juga

192.168.11.1) jika demikian isikan IP Addressnya di "Address" dan kemudian Anda harus mengisi

"Subnet Mask"nya di karenakan IP ini dalam class C maka tentu Subnet Masknya adalah

255.255.255.0, baiklah isikan Subnet Masknya apabila telah diisi dengan baik jangan lupa untuk

mengisi "Default Gateway Address". Pada Gateway ini biasanya berupa Gateway dari ISP Anda.

Apabila ISP Anda lebih dari 1 (satu) maka itu tidak pengaruh dengan apa yang Anda isikan di

"Default Gateway Address" ini. Untuk ini akan di terangkan lebih lanjut nantinya, setelah semua

diisi dengan baik dan benar klik tombol "OK" untuk kembali ke "Network Configuration" yang

seperti pada gambar 1.1.

Kemudian langkah selanjutnya pilih TAB "DNS" disini akan ada "Hostname" dari komputer Server

Anda, apabila Anda berniat merubahnya silahkan ini tidak berpengaruh dalam route ICS nanti. Di

TAB "DNS" ini Anda harus mengisikan DNS dari ISP Anda seperti gambar 1.3 dibawah ini, isikan

DNS ISP Anda pada "Primary DNS" apabila ISP yang Anda pakai hanya 1(satu) dan apabila selesai

atau Anda sudah mengisikan DNS ISP Anda tersebut maka isikan pula tanda (.) titik pada "DNS

Search Path" apabila ini sudah selesai juga diisi maka selesailah pengisian atau Setup IP Server

Anda, kini Anda tinggal keluar dari "Network Configuration" dan Save setelah itu masuk ke

"Terminal" untuk merestart network Anda dengan perintah "/ect/rc.d/init.d/./network restart" apabila

network direstart semua harus berstatus "OK" apabila masih ada yang "Failed" berarti masih ada

yang salah, periksa kembali semuanya. Baiklah semua telah disetting dengan baik mari kita

melangkah keberikutnya.

Gambar 1.3

3. Konfigurasi Firewall IPTABLES pada REDHAT 9 Server

Apakah fungsi IPTABLES dan maksudnya?, IPTABLES itu sendiri berfungsi selayaknya

FIREWALL dan memang dia berupa FIREWALL standart atau bawaan saat Anda menginstall

LINUX. Cuma Anda harus memberi tanda Check Up waktu menginstallnya agar LINUX

menginstallnya sekalian. Dan bagaimana dengan yang dimaksud IPTABLES? IPTABLES adalah

serangkaian perintah yang disusun atau di modifikasi secara manual atau oleh kita sendiri sehingga

terbentuknya suatu Network Protection. Baiklah saya kira maksud dan fungsinya sudah cukup jelas,

mari kita melihat bagaimana mengkonfigurasikan IPTABLES itu sendiri. Disini saya akan hanya

menjeleskan sedikit dan sesingkat-singkatnya, untuk lebih lanjut silahkan Anda mencari Ebooksnya

di ilmukomputer.com atau saya akan menuliskan pada tutorial berikutnya secara lengkap dan jelas,

disini dijelaskan hanya untuk Ethernet dan ICS saja. Baiklah mari kita langsung ke pokok

pembahasan.

Dikarenakan ini berupa Server, alangkah baiknya apabila Anda memproteksi INPUT dari jaringan

local itu sendiri, ini berguna apabila user client Anda suka atau gemar mendownload file-file yang

tidak diinginkan dan bisa saja itu berupa Spy atau Virus ini jangan sampai masuk ke Server Anda,

karena ini akan membuat Anda puyeng sendiri. Baiklah mari kita melihat dengan menutup INPUT

dari jaringan client Anda, lihat dibawah ini untuk settingannya

IPTABLES -A INPUT -s 192.168.0.2 -d 192.168.0.1 -j DROP

Lakukan semua untuk IP Address client Anda, berapa banyak client Anda maka saya sarankan untuk

menutup semua INPUTan dari semua client Anda, ini tidak berpengaruh untuk ICS nanti. Dijelaskan

bahwa mengapa tidak memilih jenis protokol untuk menutupnya? mengapa tidak memilih port untuk

tidak menutupnya? dan bagaimana dengan atau jika Anda menutup Opsi OUTPUT? baiklah akan

saya jelaskan.

Protokol untuk IPTABLES tidak ditentukan karena mencegah kemungkinan Spy atau Virus akan

menular melalui salah satu protokol yang tidak kita ketahui. Misalkan kita menutup protokol TCP

dan tidak menutup kemungkinan Spy atau Virus bisa menyebar melalui UDP, sangat berbahaya

bukan? maka dari itu saya tidak memilih untuk jenis protokol dan saya rasa lebih baik menutup

semua jenis protokol itu sendiri. Dan bagaimana dengan PORT? sekarang saya tanya kepada Anda,

tahukah Anda port berapa kira-kira Virus atau Spy itu akan lewat? sukar untuk menentukan bukan?

karena itulah saya tidak menentukan juga PORTnya.

Untuk OUTPUT saya tidak menutupnya karena Server saya sendiri multifungsi, istilahnya

digunakan untuk aktifitas juga jadi apabila kita menutup atau katakan DROP / REJECT opsi

OUTPUT, maka Anda atau Server Anda sendiri tidak akan bisa mengakses Internet. Kecuali Anda

ingin menjadikannya khusus untuk Server, maka lebih baik OUTPUT di DROP / REJECT ini agar

mencegah ada akses keluar yang tidak Anda inginkan.

Baiklah sampai disini saya rasa ini cukup jelas dari penjelasan singkat saya, perlu Anda ketahui ini

bisa Anda taruh di "/etc/rc.local" atau Anda buat script text sendiri kemudian masukkan dalam

rc.local tadi agar selalu di run pada saat komputer Anda restart atau On Back.

4. Menshare Internet

Pada sampai tahap ini, adalah akhir dari proses untuk ICS pada Jaringan Local Anda. Disini tidak

terlalu panjang karena hanya satu baris perintah yang digunakan untuk membuka sharing Internet

Anda untuk client-client Anda. Baiklah mari kita langsung menelusuri kenapa sampai hanya 1(satu)

baris saja perintahnya.

Untuk membuat sharing pada dasarnya untuk orang awam memang tidak mengerti dan merasa susah,

padahal sebetulnya ini hanya sangat simple. Perhatikan perintah dibawah ini

IPTABLES -A POSTROUTING -j MASQUERADE -t nat -s 192.168.0.0/24 -o ppp0

Agar modem Anda dapat disharing untuk jaringan, maka perintah di atas adalah untuk membuka

sharing untuk modem Anda. Sedangkan untuk mengijinkan client dapat melewati jaringan Internet

lewat Server Anda, Anda harus mengaktifkan terlebih dahulu IP FORWADING dimana ini di input

pasa IPTABLES dengan chains FORWAD dengan apa saja client yang akan di terima aksesnya,

contoh penulisan adalah sebagai berikut

IPTABLES -A FORWARD -i eth0 -s 192.168.0.2 -j ACCEPT

Dimana eth0 adalah ETHERNET CARD Anda dan -s 192.168.0.2 ada IP Address client Anda,

apabila Anda mau semuanya sharing sekaligus Anda tidak perlu repot - repot menuliskan semua IP

Address client Anda satu per satu, tapi penulisannnya dapat langsung sekaligus dengan 1(satu) baris

kalimat, silahkan lihat dibawah ini

IPTABLES -A FORWARD -i eth0 -s 192.168.0.0/24 -j ACCEPT

Begitu bukan? sebentar, kenapa bisa hanya bentuk xxx.xxx.0.0/24 langsung bisa semua? baik akan

saya jelaskan. 192.168.0.0/24 adalah dapat di golongkan IP class E yaitu IP Prefix yang dimana

berupa IP Range yang akan di jangkau dalam satu kali penulisan, lebih jelasnya penulisan di atas

seperti menyatakan dari 192.168.0.1 sampai dengan 192.168.255.255 di terima untuk pemakaian

Sharing atau sejenisnya, sudah cukup jelas bukan?

Demikian teknik sharing ICS ini, oh selesai ya? oh iya Anda harus menuliskan lagi 1(satu) kalimat

singkat untuk dapat membuka IP FORWADING selain di IPTABLES, Anda harus menambahkan

kalimat dibawah ini

echo 1 > /proc/sys/net/ipv4/ip_forward

Apalagi ini? perlu dijelaskan lagi ya? bentar!!! penjelasan lebih jelasnya nanti akan saya tuliskan

pada artikel berikutnya, karena apabila saya jelaskan saat ini maka saya yakin akan membingungkan

Anda, ini saya tulis hanya untuk membuat bagi pemula apabila membutuhkan membuat ICS dalam

waktu cepat. Jadi untuk lebih jelasnya masalah IPTABLES akan saya bahas pada topic pembahasan

berikutnya.

Perhatikan!!!, semua command IPTABLES ini dapat Anda masukkan dalam script yang di /etc atau

Anda buat folder sendiri dan nanti tinggal di panggil pada /etc/rc.local atau mau lebih mudah Anda

tinggal masukkan pada file rc.local pada /etc. Seperti saya lakukan biar lebih gampang di cari jika

ada perubahan nantinya. Ingat disini kita cari kemudahan untuk darurat bukan mencari keamanan

dalam keadaan darurat, memang lebih baik untuk keamanan juga dalam keadaan darurat juga, tapi

itu bisa kita perbaiki nanti saat ICSnya sudah selesai, begitu bukan? :)

Baiklah, demikian kiranya saya rasa sudah menjelaskan sebaik-baiknya untuk ICS ini. Semoga ini

bermanfaat pada Anda semua, sekarang mari kita ke bagian berikutnya. :)

Instalasi Yahoo Messenger di Linux Redhat 9

1. Download YAHOO Messenger

Naaahhhh...pada bagian ini hanya sekedar tambahan saja buat Anda semua, mungkin ada yang

belum mengetahui bisa membaca ini dan bagi yang sudah mengetahui silahkan memberikan saran

apabila ada yang salah. :)

Untuk mendownload file RPM ( Redhat Package Manager ) silahkan Anda membuka website

dengan langsung ke http://messenger.yahoo.com/download/unix/redhat# untuk redhat distro.

Pastikan Anda telah login sebagai root dan apabila belum tidak masalah Anda nanti tinggal pindah

login dan mengambilnya pada login user biasa dan install Yahoo Messenger pada root user. Kenapa

harus root? diharuskan root karena ini berupa RPM package yang harus di install lewat root, karena

ada folder / directory tertentu yang akan di akses oleh RPM ini dimana dengan user operator tidak

mempunyai izin untuk akses ini.

Untuk menginstall Yahoo Messengernya silahkan anda ikuti pada tulisan dibawah ini.

2. Install YAHOO Messenger

Setelah Anda selesai download, sekarang mari kita menginstall hasil download Anda agar dapat

dipakai dengan benar dan enak :). Baik sebelum Anda menginstall file tersebut pastikan semuanya

telah benar:

1. Versi sesuai dengan OS Anda, rh7.ymessenger-1.4.1.i386.rpm untuk RH 7

2. Yahoo Messenger lama telah di uninstall dengan rpm -e ymessenger

3. Semua Icon - icon di desktop telah di hapus terutama KDE Session pada semua user

Apabila semua diatas telah benar maka install Yahoo Messenger Anda dengan command

rpm -vih rh7.ymessenger-1.4.1.i386.rpm untuk RH 7

rpm -vih rh8.ymessenger-1.4.1.i386.rpm untuk RH 8

rpm -vih rh9.ymessenger-1.4.1.i386.rpm untuk RH 9

Perhatikan option -v itu adalah menampilkan status install atau kata lain status bar, dan -i adalah

untuk menyatakan INSTALL, dan -h itu sendiri adalah menandai sebelum menginstall packages

yang akan di install. Kenapa -(minusnya) banyak sedangkan diatas hanya 1(satu) -vih bukannya -vi-

h ? tidak perlu di masukkan untuk semua option cukup 1(satu) kali maka secara auto komputer

akan mengerti yang Anda maksud.

3. Membuat ICON Desktop Pada KDE SESSION

Pada tahap akhir dari perjuangan kita ialah Membuat Icon, kenapa mesti membuat ICON? oh iya

kenapa yah? ini hanya apabila pada session KDE Anda saat mengetikan ymessenger dan konfigurasi

telah selesai dan kemudian tidak muncul iconnya, maka mau tidak mau Anda harus membuat sendiri,

begitu bukan? nahhhh...disini aku jelaskan sedikit masalah membuat ICON YM untuk KDE Session

agar tidak salah kaprah. :)

Pada desktop Anda klik kanan, kemudian pilih "Create New" dan kemudian pilih "Link To

Application" dan disana akan muncul sebuat window "Properties Program For. Desktop – Kdesktop

seperti pada Gambar 2.1 dibawah.

Gambar 2.1

Pada tab General disana ada textbox field yang defaultnya "Link To Application" isikan nama yang

akan menyangkut Aplikasi Anda sedangkan untuk iconnya klik disamping Textbox field tersebut

dan akan ditampilkan beberapa jenis icon yang standart LINUX, untuk Icon Yahoo Messenger Anda

klik "Other Icon" radiobuttons dan kemudian klik "Browse" dan akan di tampilkan suatu window

penampilan file (Gambar 2.2).

Gambar 2.2

Disana Anda pindah ke /opt/ymessenger/bin/ dan disana akan ada file yang untuk icon Yahoo

Messenger Anda, pilihlah file "yahoo_kde.xpm" untuk KDE Session, setelah selesai klik "OK".

Kemudian akan kembali ke "Properties Program For. Deksop - KDesktop" dan kemudian pindahlah

ke tab "Execute" dan kemudian klik "Browse" dan setelah itu kembali ke direktory tadi

"/opt/ymessenger/bin/" dan pilih file "ymessenger" dan klik "OK" dan akan kembali ke window

awal setelah itu klik "OK" untuk selesai.

Artikel Populer IlmuKomputer.Com

Copyright © 2003 IlmuKomputer.Com

10

Maka dengan demikian Yahoo Messenger Anda siap dipakai, mudah bukan? :) sekarang Anda siap

berchatting ria dengan Yahoo Messenger Anda. Para pembaca sekalian dengan selesainya bagian ini

maka selesailah pula pembahasan kita kali ini.

Penutup

Para pembaca sekalian tibalah pada penghujung dari artikel ini, kiranya sudi saya mengucapkan

terima kasih atas partisipasi Anda dalam menuntun saya. Rasa terima kasih sebesar-besarnya kepada

Bpk. Romi Satria Wahono beserta crewnya yang telah bersedia menampilakan artikel dan telah

membantu dan membimbing saya dalam segala kesulitan yang selama ini saya hadapi, sehingga

banyak pengetahuan yang saya dapatkan. Terima kasih juga kepada rekan - rekan milis yang selama

ini telah membantu memberikan cara, jalan dan saran sehingga banyak pengetahuan yang saya dapat.

Dengan akhir kata, apabila terdapat kesalahan di dalam artikel ini mohon petunjuk dari Anda

sekalian dengan memberikan saran kepada saya lewat welly_tunggala@yahoo.com karena

sebagaimanapun saya masih butuh bantuan dari Anda sekalian dan masih butuh banyak belajar, dan

apabila terdapat kata - kata atau kalimat yang tidak berkenang di hati Anda sekalian maka dengan

sebesar - besarnya saya haturkan maaf untuk Anda sekalian.

Sekali lagi saya masih butuh banyak belajar, apabila Anda mempunyai saran untuk pengembangan

pengetahuan saya silahkan email ke saya, dengan senang hati akan saya buat kedalam artikel apabila

saya telah menemukan jalan keluarnya. Silahkan email ke welly_tunggala@yahoo.com untuk saran

dan kritik Anda. Saran Anda akan saya terima dengan senang hati, dan kritik Anda akan saya terima

sebagai modal untuk membangun. :)

DIATAS LANGIT MASIH ADA LANGIT, MANUSIA TIDAK PERNAH PUAS DENGAN APA

YANG DI RAIHNYA. :)

Daftar Pustaka

1. Onno W. Purbo, Buku Pindar Internet TCP / IP Standart, Desain, dan Implementasi

2. Berbagai Ebooks Dari Internet


Sumber:

Artikel Populer IlmuKomputer.Com

Copyright © 2003 IlmuKomputer.Com

Teknik Sharing Koneksi

Internet di Linux Redhat 9

Welly Tunggala

welly_tunggala@yahoo.com


_SamBa_

Samba

Samba merupakan suatu program aplikasi

yang terdiri dari beberapa program.

Samba berfungsi untuk melakukan

sharing data/fi le dan prnter antara O/S

MS Windows dengan O/S Unix/Linux.

Beberapa manfaat dari penggunaan Samba,

antara lain sebagai berikut:

_ Sebagai File Server, yang memungkinkan

berbagi data dan menjalankan program

secara bersama-sama, antarpengguna

sistem operasi Windows dengan

menggunakan Server Linux.

_ Sebagai Printer Server, sehingga pengguna

sistem operasi Windows bisa

melakukan pencetakan secara terpusat.

_ Sebagai Domain controller, sehingga

Linux dapat menggantikan fungsi server

Windows NT/200X.

Adapun langkah-langkah untuk memba

ngun Server Samba adalah sebagai berikut.

Download Samba

Anda dapat menggunakan paket Samba

yang telah disertakan dalam CD-CD

distro dan majalah InfoLINUX, atau

melakukan download program aplikasi

Samba pada ftp site berikut ini:

ftp://au1.samba.org/pub/samba/internalgopher-

unknown> samba-2.2.7a.i-386.

Instalasi Samba

Berikut ini, langkah-langkah yang akan

kita jalankan untuk melakukan instalasi

program Samba:

1. Untuk melakukan ekstraksi samba, pada

konsol login sebagai root:

Login: root

Password: password

2. Kemudian masuk ke direktori di mana

Anda menempatkan fi le Samba, misalnya

pada direktori /tmp

[root@localhost:~] # cd /tmp

3. Kemudian lakukan instalasi samba, sebagai

berikut:

[root@localhost:~] # rpm -ivh

samba-2.2.3a-6.i386.rpm

samba #######################

[root@localhost:~] # rpm -ivh

samba-client-2.2.3a-6.i386.

rpm

samba-client ################

[root@localhost:~] # rpm -ivh

samba-common-2.2.3a-6.i386.

rpm

samba-common ################

File konfigurasi Samba

Untuk menjalankan Samba, Anda perlu

mengedit fi le konfi gurasi /etc/samba/smb.

conf. Salah satu caranya dengan menggunakan

editor tesk vi sebagai berikut:

1. Masih pada konsol dan sebagai user

root.

2. Lakukan editing pada fi le /etc/samba/

smb.conf, dengan mengetikkan perintah

sebagai berikut:

root@localhost # vi /etc/

samba/smb.conf

3. Tambahkan baris berikut ini:

workgroup = NAMA GROUP

server string = Komentar pada

Server

4. Selanjutnya tentukan direktori samba

yang akan diakses secara bersama-sama

oleh pengguna Windows, dengan cara

menambahkan baris berikut ini pada fi le

/etc/samba/smb.conf, sebagai berikut:

[sharename]

comment = masukkan komentar

di sini

path = /home/share/

valid users = user (ganti

dengan user yang ada)

public = yes

writable = yes

printable = no

create mask = 0765

5. Berikut ini, contoh konfi gurasi samba

di kantor, di mana direktori yang bisa

di akses dan ditulisi oleh umum terdapat

pada direktori /home/public, sehingga

pada fi le /etc/samba/smb.conf terlihat

seperti contoh berikut ini:

# This is the main Samba

configuration file. You

should read the

# smb.conf(5) manual page

in order to understand the

options listed

# here. Samba has a huge

number of configurable options

(perhaps too

# many!) most of which are

not shown in this example

#

;

;

#A publicly accessible

directory, but read only,

except for people in

# the “staff” group

[public]

comment = Public Stuff

path = /home/public

Samba, Sharing File/Printer

Linux dan Windows

Meskipun banyak fungsi Windows sudah diambil alih oleh Linux, saat ini kepopuleran Linux

sebagai desktop masih kalah dari Windows. Untuk itulah, diperlukan Samba sebagai aplikasi

jaringan penghubung desktop Windows dengan desktop dan server Linux.

Samba

public = yes

writable = yes

printable = no

share modes = yes

guest ok = yes

; write list = @staff

Konfigurasi Printer Samba

Untuk melakukan konfi gurasi printer Samba,

Anda harus memastikan bahwa printer

Anda sudah terkonfi gurasi dengan baik

pada Sistem Linux.

Pastikan juga bahwa user Windows

mempunyai hak untuk mengakses printer

Samba tersebut. Untuk menjalankan sharing

printer, lakukan editing pada fi le smb.

conf, kemudian lakukan penambahan baris

berikut ini:

1. Pada konsol, login sebagai root:

Login: root

Password: password

2. Lakukan editing fi le /etc/samba/smb.

conf, ketikkan perintah sebagai berikut:

[root@localhost:~] # vi /etc/

samba/smb.conf

3. Selanjutnya tambahkan kalimat seperti

di bawah ini:

[global]

printing = bsd

printcap name = /etc/printcap

load printers = yes

log file = /var/log/sambalog.%

m

lock directory = /var/lock/

samba

[printers]

comment = All Printers

security = server

path = /var/spool/lpd/lp

browseable = no

printable = yes

public = yes

writable = no

create mode = 0700

[ljet]

security = server

path = /var/spool/lpd/lp

printer name = lp

writable = yes

public = yes

printable = yes

print command = lpr -r -h -P

%p %s

4. Simpan hasil pekerjaan Anda.

5. Kemudian, untuk memastikan printer

Samba bisa berfungsi dengan baik,

jalankan perintah sebagai berikut:

[root@localhost:~] # print

command = smb2ps %s | lpr -r

-h -P %p

6. Jika perintah di atas sudah dijalankan

dengan baik oleh printer Samba, berarti

setting konfi gurasi sudah berhasil.

Konfigurasi Samba menggunakan

Swat

Cara lain dalam melakukan setting Samba

adalah dengan cara menggunakan swat.

Cara mengaktifkan swat dilakukan de ngan

membuka port 901. Namun, cara ini mengandung

risiko penyusupan, sehingga

Anda perlu untuk memastikan bahwa Anda

segera menonaktifkan Swat, begitu Anda

selesai melakukan setting Samba melalui

swat. Fasilitas yang ada pada Swat, antara

lain adalah:

_ Mempermudah dalam editing administrasi

Samba.

_ Dokumentasi yang lengkap dengan petunjuk

link.

_ Menampilkan status sharing fi le.

_ Menjalankan, mematikan dan menjalankan

ulang (restart) Samba daemon

(smbd & nmbd).

_ Pengaturan resource yang akan di-share.

Untuk mengaktifkan Swat, lakukan editing

fi le /etc/xinetd.d/swat, seperti berikut

ini:

1. Masih sebagai root, lakukan editing fi le

/etc/xinetd.d/swat, ketikkan perintah sebagai

berikut:

root@localhost # vi /etc/

xinetd.d/swat

2. Lakukan perubahan pada bagian disable

= yes, menjadi no, sehingga Swat bisa dijalankan

oleh xinetd. Lengkapnya seperti

pada tampilan di bawah ini:

# default: on

# description: SWAT is the

Samba Web Admin Tool. Use

swat \

# to configure your Samba

server. To use SWAT, \

# connect to port 901 with

your favorite web browser

Gambar 1. Web browser mengakses Swat. Gambar 2. Samba Global.

. service swat

{

disable = no

port = 901

socket_type = stream

wait = no

only_from = localhost

user = root

server = /usr/sbin/swat

log_on_failure += USERID

}

3. Simpan hasil pekerjaan Anda .

4. Jalankan atau restart xinetd, ketikkan

perintah sebagai berikut:

root@localhost # /etc/init.d/

xinetd restart

5. Selanjutnya, Anda bisa mengakses Swat

melalui klien Linux maupun Windows,

dengan cara menjalankan browser Anda,

baik Internet Explorer atau Netscape,

Mozilla, Konqueror, dan lain-lain.

6. Ketikkan perintah atau isi kolom untuk

mengakses http pada web browser:

http://192.168.0.254:901

7. Maka akan muncul tampilan seperti

Gambar 1.

8. Pastikan sebelumnya, Anda sudah mempunyai

account di server Linux, karena

bila tidak, maka tidak akan bisa bergabung

dengan server Linux. Selanjutnya

akan muncul kotak dialog yang akan

menanyakan nama user dan password

Anda.

9. Lakukan login sebagai root, kemudian

masukan password root.

10. Untuk melakukan setting atau konfi gurasi

bagian [global], klik gambar GLOBAL,

seperti terlihat pada Gambar 2.

11. Di sini Anda bisa melakukan setting

printer, workgroup, dan lain-lain yang

terdapat pada fi le /etc/samba/smb.conf

secara interaktif.

12. Selanjutnya, Anda bisa menentukan

sharing direktori, untuk itu klik pada

gambar SHARES, sehingga akan muncul

tampilan seperti Gambar 3.

13. Anda bisa mengisi direktori mana yang

Anda izinkan untuk digunakan secara

bersama-sama.

14. Jika sudah selesai, kemudian Anda bisa

meneruskan konfi gurasi printer, silakan

mengklik pada bagian PRINTER, seperti

tampak pada Gambar 4.

15. Jika printer belum di-setting, klik pada

bagian Choose Printer maka Anda akan

memasuki layar konfi gurasi printer seperti

pada gambar 5.

16. Pada bagian ini, Anda hanya perlu

melakukan setting direktori printer dan

siapa saja yang berhak menggunakan

printer ini. Untuk driver printer pada

server, seharusnya sudah diset terlebih

dahulu (baca bagian “Konfi gurasi Printer

Samba”).

17. Terakhir, jika Anda ingin mengubah

password atau menambah user, Anda

klik bagian PASSWORD, seperti tampak

pada gambar 6. Catatan: Harap diingat

bahwa cara ini kurang disarankan

karena pada saat pengiriman paket data

ke server tidak dilakukan dengan metode

enkripsi, sehingga memungkinkan orang

yang tidak berhak untuk menyadap password

Anda pada saat terjadi pengiriman

data.

Password Samba

Secara default, Microsoft menggunakan teks

dalam melakukan pengiriman password.

Namun semenjak kemunculan Windows

NT dan Windows 2000, hal ini sudah diperbaiki.

Sebelum melakukan koneksi dengan

Windows NT/2000, Anda bisa menjalankan

langkah-langkah berikut ini:

1. Pada konsol Linux, login sebagai root.

2. Jika Anda ingin membuat user khusus

pada Samba Server, jalankan perintah

berikut ini:

[root@localhost:~] # smbpasswd

-a [user]

Misalkan, kita akan membuat user samba

dengan nama user masaji. Kita buat dulu

user masaji pada sistem, ketikkan sintaks

perintah berikut ini:

[root@localhost:~] # useradd

masaji

[root@localhost:~] # passwd

masaji

Changing password for user

masaji

New UNIX password:

Retype new UNIX password:

passwd: all authentication

tokens updated successfully

Kemudian, lanjutkan dengan membuat

Gambar 3. Samba Shares. Gambar 4. Samba Printers.

Samba

user samba masaji, pada konsol jalankan

sintaks perintah sebagai berikut:

[root@localhost:~] # smbpasswd

-a masaji

New SMB password:

Retype new SMB password:

3. Perintah di atas akan mengaktifkan password

user samba, sehingga hanya user

yang berhak (masaji) yang bisa mengakses

samba.

4. Lakukan editing pada fi le smb.conf, ketikkan

perintah sebagai berikut:

[root@localhost:~] # vi /etc/

samba/smb.conf

5. Tambahkan baris sebagai berikut (Anda

juga dapat melakukan melalui Swat):

encrypt password = yes

smb passwd file = /etc/samba

smbpasswd

6. Terakhir, aktifkan Samba dengan mengetikkan

perintah sebagai berikut:

[root@localhost:~] # /etc/

init.d/smb restart

Mengakses server Samba dari

Windows/X Window

Untuk melakukan koneksi Samba dari

mesin Windows, Anda bisa menggunakan

Network Neighborhood atau Windows Explorer.

Sedangkan untuk mengakses sharing

Samba dari X Window Linux, Anda bisa

menggunakan LinNeighborhood, Gnomba,

Konqueror, atau Nautilus.

Mengakses server Samba

menggunakan smbmount

Untuk menggunakan smbmount, langkahlangkahnya

adalah sebagai berikut:

1. Lakukan login sebagai root.

2. Kita berasumsi menggunakan direktori /

mnt sebagai direktori samba dan direktori

yang akan dishare adalah /home/public.

Ketikkan sintaks perintah berikut ini:

[root@localhost:~] # smbmount

//192.168.0.254/public /mnt

3. Hasilnya akan tampak demikian:

[root@localhost:~] # smbmount

//192.168.0.254/public /mnt

INFO: Debug class all level =

1 (pid 8476 from pid 8476)

Password:

[root@localhost:~]#

4. Selanjutnya Anda bisa mengakses direktori

samba yang kita arahkan ke direktori

/mnt.

Mengakses server Samba

menggunakan smbclient

Berbeda dengan perintah smbmount, untuk

menjalankan perintah smbclient, kita tidak

perlu login sebagai root. Kita bisa login sebagai

user biasa dan langsung masuk ke

Server Samba. Contohnya adalah sebagai

berikut:

[user@localhost:~] $ smbclient

//192.168.0.254/public

added interface ip=192.168.0.254

bcast=192.168.0.255

nmask=255.255.255.0

Gambar 5. Samba Choose Printer. Gambar 6. Samba Password.

added interface ip=10.0.0.10

bcast=10.0.0.255

nmask=255.255.255.0

Password:

Domain=[ATLANTIS] OS=[Unix]

Server=[Samba 2.2.8]

smb: \>

Jika Anda ingin mengakses direktori /

home/user pada server Samba melalui klien

Linux, pada prompt ketikkan perintah berikut

ini:

smbclient //192.168.0.254/home/

user -U user

Keberhasilan konfi gurasi Samba ditunjukkan

dengan tanda prompt smb:\>,

bila Anda berhasil login. Jika Anda ingin

melakukan browsing pada home directory

Anda sendiri, Anda bisa mengganti user

dengan nama user Anda.

Untuk keluar dari smbclient, Anda bisa

mengetikan perintah exit.

Smb:\> exit

Dengan cara ini, kita bisa langsung mengakses

fi le yang kita butuhkan. Sintaks perintah

yang ada di dalamnya hampir sama dengan

menggunakan FTP. Jika Anda bi ngung

bagaimana cara mengaksesnya, Anda bisa

mengetikkan help.

Baca juga artikel “Bekerja dengan smbclient”

di halaman lain edisi ini. Dokumentasi

tentang Samba berbentuk PDF

dan HTML tersedia di http://us4.samba.

org/samba/docs/.



Sumber:

52 INFOLINUX 03/2005

www.infolinux.web.id

R. Kresno Aji (masaji@atlantisindonesia.com)

Samba